Ketika saya melihat pertandingan Piala Thomas Indonesia vs Thailand. Walaupun Indonesia menang 3-2, terus terang saja penampilan Taufik Hidayat bagi saya sangat mengecewakan. Apalagi karena kekalahannya lebih banyak disebabkan kesalahan sendiri (unforced error kalau kata para komentator olahraga). Seperti menonton pemain pemula rasanya.Menonton piala Thomas, jadi ingat lagi zaman-zaman dulu (kata orang tua zaman dulu) , waktu prestasi olahraga Indonesia masih bisa diperhitungkan setidaknya di kancah Asia Tenggara. Kalau kita bicara SEA Games, di zaman dulu (akhir tahun 1980-an), Indonesia itu bicaranya bisa juara umum atau tidak. Selalu bersaing ketat dengan Thailand. Tapi sekarang, kok sepertinya Indonesia minnya kaya gitu ya? Barangkali kita yang jalan di tempat, sementara negara-negara lain berlari kencang? Jujur saja, dulu Malaysia atau Vietnam, itu tidak pernah dianggap ancaman serius bagi atlit Indonesia di SEA Games. Tapi sekarang? Waduh deg…deg…serr
Melihat prestasi olahraga Indonesia, bagi saya seperti melihat prestasi Indonesia secara umum. Sepertinya lebih banyak sisa-sisa kejayaan masa lalu. Semua orang berlari cepat, tapi kita sepertinya terhenti di tempat itu-itu saja.
No comments:
Post a Comment